midi style sunda

midi style sunda

Formasi CPNS Provinsi Jawa Barat

Formasi CPNS Provinsi Jawa Barat


Formasi CPNS Provinsi Jawa Barat
http://www.jabarprov.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Bandung
http://www.bandungkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Bandung Barat
http://www.bandungbaratkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Bekasi
http://www.bekasikab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Bogor
http://www.bogorkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Ciamis
http://www.ciamiskab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Cianjur
http://www.cianjurkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Cirebon
http://www.cirebonkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Garut
http://www.garutkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Indramayu
http://www.indramayukab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Karawang
http://www.karawangkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Kuningan
http://www.kuningankab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Majalengka
http://www.majalengkakab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Purwakarta
http://www.purwakartakab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Subang
http://www.subang.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Sukabumi
http://www.kabupatensukabumi.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Sumedang
http://www.sumedangkab.go.id/

Formasi CPNS Kabupaten Tasikmalaya
http://www.tasikmalayakab.go.id/

Formasi CPNS Kota Bandung
http://www.bandung.go.id/

Formasi CPNS Kota Banjar
http://www.banjar-jabar.go.id/

Formasi CPNS Kota Bekasi
http://www.kotabekasi.go.id/

Formasi CPNS Kota Bogor
http://www.kotabogor.go.id/

Formasi CPNS Kota Cimahi
http://www.cimahikota.go.id/

Formasi CPNS Kota Cirebon
http://www.cirebonkota.go.id/

Formasi CPNS Kota Depok
http://www.depok.go.id/

Formasi CPNS Kota Sukabumi
http://www.sukabumikota.go.id/

Formasi CPNS Kota Tasikmalaya
http://www.tasikmalayakota.go.i

wisata pangandaran jawa barat

Pantai Pangandaran adalah Objek wisata di Kabupaten Ciamis yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung dengan jarak 92 km dari Kota Ciamis ke arah selatan. Dari arah Bandung berjarak sekitar 212 KM dengan melewati jalur Bandung – Ciamis – Banjar dan Pangandaran. Untuk menuju lokasi Pantai Pangandaran tidak lah sulit. Karena jalur jalan yang ada infrastrukturnya sangat memadai. Semua ruas jalan menuju Pantai Pangandaran sudah diaspal hotmix secara baik.
 
Bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, maka dapat menggunakan jalur angkutan umum. Bila dari Kota Bandung dapat menggunakan Bus atau travel kearah Pangandaran langsung. Atau bila dengan bus bisa singgah dulu di Kab. Ciamis dan kemudian menggunakan bus atau mobil jenis elf menuju Pangandaran. Kandaran tersebut hadir setiap saat hingga pukul 10.00 malam. Pantai Pangadaran memiliki berbagai keistimewaan, yaitu, kita dapat melihat terbit dan terbenamnya matahari dari tempat yang sama. Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan orang untuk berenang dengan aman. Kemudian, terdapat pantai dengan hamparan pasir putih yang luas dimana setiap pengunjung bisa melihat batu karang dan ikan-ikan hias dengan jelas. Pada pesisir pantai pasir putih ini pengunjung bisa melakukan penyelaman.


Untuk keselamatan pengunjung wisata pantai terdapat Tim Penyelamat atau Balawista yang dilengkapi peralatan pengmanan. Mereka setiap saat senantiasa beroperasi di pantai-pantai khususnya pantai Selatan. Berjaga-jaga dari kemungkinan adanya pengunjung yang tenggelam. Di Kawasan Pangandaran, tidak saja merupakan kawasan pantai, tapi juga terdapat kawasan cagar alam seluas 530 Hektar yang didalamnya terdapat Goa-Goa Alam yang terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Terdapat pula Goa Belanda sebagai tempat persembunyian tatkala mendapat serangan tentara Sekutu.


Sumber Artikel :  disini
Foto Lain :




sumber Foto : dari berbagai sumber, (hak sepenuhnya berada di tangan pembuat foto)
sejarah kota ciamis

sejarah kota ciamis

Asal Usul Nami Ciamis

Rupina seueur urang Ciamis anu moal nyangki, yen nami 'Ciamis' teh kirang makna filosofisna. Malah numutkeun pakar mah geuningan teu acan jelas asal usulna eta kecap Ciamis teh. Mugia bae hal kasebat teu ngabalukarkeun urang Ciamis bingung dina nangtukeun jati dirina, sabalikna justru janten panambih sumanget ngabuktoskeun eksistensi urang Ciamis janten mangpaat kanggo umat dina sagala widang kahirupan.

Seratan dihandap ieu kenging nyutat ti artikel kagungan Kang Permana, mugia bae tiasa janten referensi urang sadaya.


Apakah “Galuh” Lebih Masyhur daripada “Ciamis”?
Di pintu sebuah kamar kontrakan di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung terpampang tulisan mencolok memakai huruf kapital dan berwarna ungu. "Putra Galuh", demikian bunyi tulisan tersebut. "Saya berasal dari Ciamis, teman-teman juga yang sama dari Ciamis banyak yang membuat tulisan 'Putra Galuh' di pintu kamarnya, seperti saya," kata Rosyid, seorang karyawan sebuah industri garmen di Mengger, yang menempati kamar kontrakan itu.

Rosyid merasa ada sesuatu yang lain dengan membuat tulisan "Putra Galuh" di pintu kamarnya. "Galuh memberikan pada saya rasa percaya diri yang tinggi," ujarnya. Dia mengaku merasa lebih reueus (bangga) kalau mengatakan berasal dari Galuh. "Sedikit banyak saya tahu tentang kebesaran Galuh pada zaman dahulu, nama Ciamis saya kira tidak mengandung makna apa-apa dan tidak jelas asal-usulnya," kata Rosyid lagi.

Rosyid tidak sendirian. Orang-orang Ciamis yang karena sesuatu hal, melanjutkan sekolah atau bekerja, pergi merantau banyak yang menonjolkan identitas Galuhnya. Di Yogyakarta, misalnya, pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Ciamis menamai asramanya dengan nama Asrama Galuh. Perkumpulan mahasiswa asal Ciamis yang belajar di Jakarta pun sama, memakai nama Galuh, yakni Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Galuh.

Di Bandung, mahasiswa dan pelajar yang berasal dari Ciamis juga membuat organisasi dengan nama Galuh Taruna. Bukan hanya mahasiswa dan pelajarnya yang memakai nama Galuh, melainkan juga inohong-inohong asal Ciamis yang menetap di luar Ciamis. Di Bandung, umpamanya, terdapat perkumpulan dengan nama Wargi Galuh.

Tak cukup itu, huruf awal "G" yang terdapat pada nama seseorang bisa dijadikan petunjuk bahwa yang punya nama itu berasal dari Galuh. Prof. Dr. Yudhistira K. Garna -- Guru Besar Antropologi Unpad Bandung -- misalnya, huruf "G" pada nama Garna menunjukkan bahwa Prof. Dr. Yudhistira berasal dari daerah yang kini bernama Ciamis. "Saya memang berasal dari Ciamis," kata Prof. Yudhistira. Konon, orang Ciamis yang memakai nama diawali "G" adalah keturunan bangsawan Galuh.

Alasan mahasiswa, pelajar, dan inohong-inohong Ciamis memakai nama Galuh sama seperti yang dikemukakan Rosyid tadi. "Nama Galuh mengandung nilai sejarah yang tinggi ketimbang Ciamis," kata Asep, Ketua Umum KBM Galuh Jakarta. Galuh pada masanya, menurut Asep merupakan kerajaan besar. "Wilayah kerajaan Galuh cukup luas dan masa kejayaannya juga cukup lama," kata Asep.

Bagi sejarawan dari Unpad Bandung, Dr. A. Sobana Hardjasaputra, S.S., M.A., masyarakat Ciamis lebih membanggakan nama Galuh daripada Ciamis, itu dapat dimengerti. "Galuh yang di antaranya berarti permata memiliki sejarah yang jelas serta pernah menorehkan kemasyhuran dan kejayaannya, sedangkan Ciamis tidak," ujarnya. Menurutnya, sikap masyarakat Ciamis seperti tadi menunjukkan bahwa apresiasi mereka pada sejarahnya cukup baik.

Pada acara halalbihalal yang diadakan Wargi Galuh di Bandung awal bulan Januari tahun 2003, A. Sobana mengatakan ihwal Galuh tidak hanya terdapat dalam sejarah, tetapi juga terdapat dalam legenda atau cerita rakyat. "Dalam Wawacan Sajarah Galuh, umpamanya, nama Galuh disebutkan sudah ada semenjak zaman prasejarah, dipakai sebagai nama ratu, yakni Ratu Galuh yang mendirikan kerajaan di Lakbok setelah mengalahkan siluman," katanya.

Dalam sejarah, nama Galuh dipakai dalam kurun waktu yang lama, dari abad ke-7 sampai abad ke-16 Masehi, dari nama kerajaan sampai nama kabupaten. "Kerajaan Galuh muncul pada abad ke-7 Masehi, didirikan oleh Wretikandayun," kata A. Sobana.

Kerajaan Galuh ini terus eksis sampai akhir abad ke-16 dan mencapai puncak kejayaannya pada masa Prabu Niskala Wastu Kancana yang pusat kerajaannya di Kawali.

Meski belum dapat dibuktikan kebenarannya sebagaimana yang dituntut oleh ilmu sejarah, berdasarkan tradisi lisan pengaruh kerajaan Galuh sampai di Jawa Timur. Di Surabaya, tepatnya di Kecamatan Bubutan, terdapat nama Kampung Galuhan. Pada tahun 1970-an, orang-orang tua di sana mengaku mereka merupakan keturunan dari Kerajaan Galuh. Nama Galuhan sendiri tadinya berasal dari kata Hujung Galuh atau Ujung Galuh. Nama ini bisa diartikan batas Kerajaan Galuh.

Sebagai kerajaan yang besar yang wilayah kekuasaannya pernah mencakup beberapa wilayah Jawa bagian tengah, Kerajaan Galuh meninggalkan ajaran atau falsafah yang sekarang disebut falsafah kagaluhan. "Falsafah kagaluhan di antaranya berasal dari prasasti Kawali I di Astana Gede, yakni pakena gawe rahayu pakeun heubeul jaya di buana yang artinya harus membiasakan berbuat kebajikan agar lama jaya di dunia," kata A. Sobana.

Ajaran kagaluhan lainnya diambil dari pandangan atau sikap Prabu Haurkuning mengenai kehidupan. "Prabu Haurkuning antara lain berpendapat bahwa kehidupan harus berlandaskan pada silihasih. Ini juga harus berlandaskan pada budi pekerti yang baik," kata A. Sobana. Manusia harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Prabu Haurkuning juga mengingatkan bahwa yang membuat harum seseorang tiada lain adalah budi yang luhur.

Falsafah kagaluhan juga dapat dilihat dari warna ungu yang dipakai oleh Kerajaan Galuh. "Warna ungu ini melambangkan keagungan atau keluhuran budi," kata Ir. H. Enang Supena, tokoh Ciamis yang bekerja dan menetap di Jakarta. Warna ungu ini hingga sekarang terus dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis dan menjadi lambang Kabupaten Ciamis.

Nama besar Galuh, menurut A. Sobarna, tidak lantas menjadi luntur pada waktu kerajaan Galuh -- sejak tahun 1595 -- menjadi daerah patalukan (vassal) Mataram dan wilayahnya hanya sebagai kabupaten. Demikian juga waktu dikuasai VOC dari tahun 1705 sampai akhir abad ke-18. "Saat dipegang oleh Bupati R.A.A. Kusumadiningrat (1839-1886), pamor Kabupaten Galuh sangat tinggi karena menjadi kabupaten yang disegani pada masa itu," kata A. Sobarna.

Namun, nama Galuh tidak bisa terus terpakai. "Sejak dikeluarkan dari Wilayah Keresidenan Cirebon dan dimasukkan ke Keresidenan Priangan tahun 1915, tanpa ada alasan yang jelas nama Kabupaten Galuh berubah jadi Kabupaten Ciamis," ujar A. Sobarna. Sejak itu, nama Galuh perlahan tapi pasti terpupus, terutama di dalam administrasi pemerintahan kolonial Belanda, hingga saat ini. Nama Galuh hanya dipakai pada hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan sejarah.

Mengenai nama Ciamis, menurut A. Sobarna, hingga saat ini belum ditemukan asal-usulnya. "Ada yang mengatakan nama Ciamis pertama kali diperkenalkan oleh orang Jawa karena sungai di wilayah Galuh banyak ikannya. Amis dalam bahasa Jawa artinya anyir," ujarnya. Ada pula yang berpendapat nama Ciamis ini muncul karena di Galuh pernah terjadi banjir darah. "Darah juga kan baunya amis, anyir," kata A. Sobana.

Banjir darah yang dimaksud terjadi pada tahun 1739 di daerah Ciancang sehingga terkenal dengan sebutan tragedi Ciancang atau Bedah Ciancang. Waktu itu, daerah Ciancang diserbu ratusan penjarah yang berasal dari Banyumas, namun pasukan Ciancang yang dibantu oleh pasukan dari Sukapura, Limbangan, Parakan Muncang, dan Sumedang, dapat menumpasnya. Para penjarah banyak yang terbunuh.

Melihat ketidakjelasan dari datangnya nama Ciamis ini, A. Sobarna berpendapat bahwa nama Ciamis tidak memiliki nilai sejarah dan tidak mengandung nilai falsafah. "Tidak seperti Galuh," ujarnya. Oleh karena itu, A. Sobarna menyebutkan digantinya Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis tidak ditemukan dasar filosofinya. "Kalau dikaitkan dengan bau amis ikan atau darah, itu merupakan cemoohan dan pelecehan," katanya lagi. ***
sumber: http://www.ciamismanis.com
 kumpulan pantun sunda terbaru

kumpulan pantun sunda terbaru

  Kumpulan pantun sunda terbaru – Mungkin bagi Anda orang Sunda beberapa kumpulan pantun sunda terbaru di artikel ini sudah biasa terdengar. Namun bagi suku yang lain jangan bersedih hati, walaupun anda bukan orang Sunda tapi Anda dapat mempelajari kumpulan pantun sunda terbaru. Karena walaupun berbeda-beda tetap satu jua Indonesia.
Berikut kumpulan pantun sunda terbaru yang diambil dari beberapa sumber di internet, diantaranya adalah:
Tah ari anu ieu dihandap mah
Sanes jieunan sim kuring, tapi pantun teh sasuai anu dicaritakeun ku pun nini.

 ka Bandung kuring ka bandung
    sukajadi keur marema
    kaduhung kuring kaduhung
    heunte jadi ka manehna

kamari ulin ka samarinda
trus nyimpang ka bima
kuring mah da urang sunda
nyebat ka indung teh emak

    aya jalma gampang pundung
    sikep pundung kudu dipiceun
    kaduhung matak kaduhung
    kapungkur bogoh ka anjeun

aya pawang buhaya
pawangna ulin ka persia
kudu nyaah kana budaya
bisi dicolong ku Malaysia

    payun bumi meuni barala
    bumi kosong taya nu gaduh na
    mikacinta ti baheula
    mugi leres aya jodo na

Jauh jauh manggul awi
nyiar-nyiar pimerangeun
jauh-jauh neang abdi
nyiar-nyiar pimelangeun

    Aya listrik di masigit
    caangna ka Pabrik Kina
    Aya istri jangkung alit
    hanjakal teu di calana

diputer-puter paseukna
ari pek beunang talina
diincer-incer lanceukna
ari pek meunang adina

    itu gunung ieu gunung
    gunungna gunung arjuna
    itu pundung ieu pundung
    pundungna bet duanana

aya oplet maju ngidul
kuring wawuh ka supirna
diajar teh ulah ngedul
bisi kaduhung ahirna

    diluhur aya bandera
    bandera gambar panda
    naha kuring kudu era
    pan ieu teh basa sunda

Manuk ciung na pisitan
buah nona aratah keneh
dicium kunu kumisan
si nona kalahka jebleh

    Poe salasa tumpak kuda
    kuda paninggalan walanda
    urang mah urang sunda
    atuh pake basa sunda

kangkung diasakan ku randa
ngeunah pisan rasana
angklung teh asli ti sunda
kuring nu bogana

    aya tempe nuju dibaceum
    ngadamel tempe nepi ka lieur
    abdi aya hate ka anjeun
    naha anjeun ngabalieur

hayang ulin ka gunung gede
di gunung aya buhaya
urang sunda sing harade
sing nyaah kana budaya

    ulin ka jalan juanda
    sawaktos bulan puasa
    mun ngaku urang sunda
    tong poho kana basa

Rincik rincang rincik rincang
aya roda na tanjakan
sidik pisan sidik pisan
nyai teh bogoh ka akang

    Cikaracak ninggang batu
    laun-laun jadi legok
    tai cakcak ninggang huntu
    laun-laun nya dilebok

Cikaracak ninggang batu
laun-laun jadi legok
cai …. ninggang ….
laun-laun jadi orok

    Kembang cula kembang tanjung
    kembang sagala domdoman
    rek sabulan rek sataun
    moal weleh diantosan

Aya roda na tanjakan
katinggang ku pangpung jengkol
aya randa gogoakan
katinggang ku hulu botol

    aya jalma teu boga alis
    sabab getol dikerokna
    neng geulis tong gumeulis
    sabab rujit nenjona

baju teh apan disewakeun
disewakeun ku indung sia
basa sunda sok atuh gunakeun
saeuncan diaku ku malaysia

    aya huma dekeut situ
    eta huma nu bogana randa
    naha urang sunda teh kitu
    alim nyarios ku basa sunda
sumber artikel: http://penembakjitu.org
DOA SAMEMEH DAHAR

DOA SAMEMEH DAHAR

 DOA SAMEMEH DAHAR


Dina hiji mangsa Paninggaran teh papisah jeung baturna, nepi ka lebah sayang maung. Manehna reuwas nenjo sihung maung anu rangeteng, nepikeun ka awaknna oge ngadegdeg.
Paninggaran : “Cilaka…” manehna ngareret ka Maung nu katingali nangtung sarta ngangkat kadua leungeunna. “Naha maung teh lain ngakan aing kalahka ngangkat leungeunna kaluhur?”

Maung : “Aing ngangkat leungeun soteh keur ngadoa samemeh dahar….”

Ngadenge kitu geuntak Paninggaran sila, bari sarua ngangkat leungeun kaluhur siga Maung. Maung ngareret sarta colohok, tuluy nanya.

Maung : “Ari maneh naha ngadoa naon?”

Paninggaran : “Dewek mapatkeun doa meuncit maung.”

Maung: “Jadol! Cilaka aya jalma nekad kieu…(maung cengkat bari kukulutus ninggalkeun eta Paninggaran)….lamun enya teh aing dipeuncit kumaha anak pamajikan…iy…amit…amit!!!”